Gotong royong adalah sebentuk kosakata unik dalam bahasa Indonesia. Maknanya yang amat dalam menyulitkan orang mendapatkan padanannya secara akurat.
Bahasa dan
budaya memang sulit dipisahkan. Berbicara tentang bahasa tanpa menyentuh
budayanya rasanya bagai mencicip sambal tanpa cabai.
Bahasa bukan
sekadar alat berpikir dan berkomunikasi. Bahasa juga bisa menjadi cermin cara
hidup dan nilai masyarakat penggunanya.
Kita
mengenal banyak kosakata unik dalam bahasa Indonesia yang mencerminkan keunikan
budaya yang hidup di masyarakat. Berbagai kosakata tersebut tidak selalu mudah
diterjemahkan ke bahasa lain yang berasal dari masyarakat dengan budaya yang
berbeda.
Nah, kita
akan menelusuri satu di antara kosakata unik dalam bahasa Indonesia yang sulit
menemukan “jodoh”-nya dalam bahasa asing. Kosakata istimewa itu adalah 'gotong
royong'.
Arti Kosakata Gotong Royong
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gotong royong adalah bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kita bisa
dengan mudah membayangkan suatu kegiatan bekerja bersama-sama atau tolong-menolong
atau bantu-membantu.
Namun, apakah Anda bisa menemukan makna yang akurat atau padanan kata yang tepat atas istilah ini?
Sebuah kajian
yang diterbitkan Cambridge University Press menggunakan istilah ‘mutual
assistance’ untuk menyebut gotong royong. “The idea of ‘mutual assistance’
(gotong royong) in Indonesia has been the basis for political discourse…” Begitulah sepenggal kalimat dalam artikel yang membahas gotong royong.
Cambridge Dictionary
memberikan penjelasan mengenai makna istilah mutual assistance. Menurut kamus ini, mutual adalah ‘(dua
orang atau lebih atau kelompok) yang merasakan emosi yang sama, atau melakukan hal
yang sama kepada atau untuk ...’. sedangkan assistance dimaknai sebagai ‘help’
yang bisa diterjemahkan sebagai ‘membantu’.
Jadi, arti
mutual assistance sepertinya tidak jauh berbeda dengan makna gotong royong yang
disodorkan KBBI.
Gotong Royong Adalah Kosakata yang Sulit Ditemukan Padanannya
Frasa gotong
royong berasal dari bahasa Jawa, yaitu 'gotong' dan 'royong'. Gotong memiliki arti
memikul, sedangkan royong berarti bersama-sama. Jadi, secara sederhana, gotong
royong bisa diartikan sebagai suatu bentuk kerjasama untuk mengangkat atau
membawa sesuatu bersama-sama.
Selain itu, gotong royong juga dapat dimaknai secara lebih mendalam. Sebagai suatu tradisi yang hidup di berbagai daerah di Indonesia, gotong royong bisa dimaknai juga sebagai sikap atau perilaku yang menunjukkan kesediaan untuk saling membantu dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Ada banyak
nilai yang terkandung dari istilah gotong royong. Frasa ini mencerminkan semangat
kekeluargaan, kebersamaan, dan keterbukaan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Dalam
gotong royong juga terkandung rasa ikhlas dalam membantu orang lain.
Dalam sebuah
tulisannya di Dutch Culture, novelis Ayu Utami bahkan mengungkapkan pemikiran
Soekarno yang “nyeleneh” tentang gotong royong. Menurut sang
Proklamator, gotong royong merupakan inti sari dari Pancasila.
Jika presiden
pertama Republik Indonesia itu harus meringkas Pancasila menjadi tiga pilar, ia akan menyebut sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan ketuhanan. Lantas, jika harus
meringkasnya lagi menjadi satu pilar saja, ia akan mengatakan bahwa pilar itu adalah gotong-royong.
Nah, dengan
makna yang sedalam itu, kata atau frasa apa yang mampu mewakilinya? Kini
semakin jelas, gotong royong adalah istilah bermakna khusus yang berkaitan erat
dengan tradisi atau budaya yang telah lama berkembang di Indonesia.
Post a Comment
Post a Comment